Selasa, 22 Mei 2012
Puisi
"Aku adalah binatang kesepian
Yang mencari makna terlahirkan
Aku adalah jiwa dari kata makian
Ungkapan segala kebencian
Mata hatiku adalah kematian
Membayang dibelakang ketidakpuasan
Lidahku bukanlah ungkapan kata rayuan
Aku binatang kesepian dalam kesendirian…..
Merataplah wahai betinaku
Air matamu tuak yang memabukkanku
Luka hatimu piala kemenanganku
Aku binatang kesepian yang menantang duniamu
Hujatlah sukmaku…..
Rajamlah jiwaku……
Bunuhlah hatiku…….
Tapi kau takkan mampu melukai EGOku……
Hatiku sebongkah salju kebekuan
Takkan meleleh oleh panasnya betina
Benakku adalah kegelapan
Tertawa saat kau terluka
Aku binatang kesepian mencari kesendirian"
SEP!
"S E P I"
Berlalulah Sepi,
Bermatilah Sunyi,
Ke Pinggir Kasih Di Lautanmu
Pasti Merekah Bumi Ini,
Ditelan Kepasrahan Hati Ke Hatimu..
Memilukan Jiwaku,
Hingga Airmatamu Membasah Pipimu Lagi,
Tetap Tidak Ku Biarkan,
Kerana Egkau Memikul Sejuta Cahaya
Yang Semesta Amat Memerlukan Kehadiranmu Menyinari.
Tiuplah Bayu Yang Mencium Kelembutan Pipimu,
Agar Kau Di Belai Begitu Indah,
Sedangkan Pepohon Juga Tunduk
Melihat Wajahmu Bergemakan Cahaya,
Api Juga Kan Padam, Laut Juga Kan Bergoyang..
Berlalulah Sepi,
Bermatilah Sunyi,
Ke Pinggir Kasih Di Lautanmu
Pasti Merekah Bumi Ini,
Ditelan Kepasrahan Hati Ke Hatimu..
Memilukan Jiwaku,
Hingga Airmatamu Membasah Pipimu Lagi,
Tetap Tidak Ku Biarkan,
Kerana Egkau Memikul Sejuta Cahaya
Yang Semesta Amat Memerlukan Kehadiranmu Menyinari.
Tiuplah Bayu Yang Mencium Kelembutan Pipimu,
Agar Kau Di Belai Begitu Indah,
Sedangkan Pepohon Juga Tunduk
Melihat Wajahmu Bergemakan Cahaya,
Api Juga Kan Padam, Laut Juga Kan Bergoyang..
Kenanglah Aku dalam Selembar Puisi
~**Kenanglah Aku dalam Selembar Puisi**~
Jika malam ini aku tiada
Jangan kau berduka
Jangan pula kau melara
Karena aku takkan terima
Jika malam ini aku mati
Jangan kau meniti airmata
Jangan pula kau merana
Karena aku takkan bahagia
Jika malam ini aku benar tiada dan mati
Kenanglah aku sebagai puisi
Kenanglah aku dalam mimpi
Dan disetiap kau terbangun dipagi
Karena, Disetiap harimu
Langkahmu, Nafasmu
Aku masih abadi
Meski hanya menjadi selembar puisi
Segenap Hatiku, Segenap Air Mataku
Segenap Hatiku, Segenap Air Mataku
Kuterima semua ini
Ku pasrahkan semua ini
Meski sedih
Tapi sudah inilah takdirnya
Kau sudah tiada
Kau sudah pergi ke tempat yang lebih indah
Inilah akhirnya
Akhir dari hidup, juga perjuanganmu
Kau telah melawan berbagai kesakitan
Kesakitan yang terus menjalari tubuhmu
Kau terus berdo’a, berusaha
Untuk terus melindungi dirimu yang lemah ini
Kau bagaikan batu
Yang tidak merasakan sakit apapun
Separah apapun
Kau tetap bertahan
Dan kau seperti air
Yang terus mengalir menjalani hidup
Dengan ombak kau serang penyakitmu
Dan sebesar apapun sebuah batu .. kau akan tetap menerjangnya
Tanpa halangan dan tanpa batas
Ketabahanmu menjadi sumber inspirasiku
Kesabaranmu, kebaikanmu
Seakan kau tidak memiliki masalah
Saat ini aku hanya ingin menangis
Awan mendung menyelimuti
Burung-burung bergerombol merontokkan bulu-bulunya
Seakan mereka ikut berduka
Segenap hatiku merelakan kau pergi
Tapi segenap air mataku tak mengizinkan kau pergi
Air mataku yang mengalir bagaikan sungai
Tidak kuat menahan kepergianmu
Aku harap kau dapat hidup kembali
Dengan ribuan saran dan do’amu
Ribuan pencerahan atas masalahku
Dan aku akan selalu merindukanmu
Rintihan hujan
eloknya hujan.,
dtg memberi sejuk, mendamaikan jiwa yg letih.,
turun bersama gemuruh halilintar, menyentak pikiran yg jenuh.,
jatuh diselingi kilat cahaya petir, sejenak beri terang dlm gelapnya hati.,
cerianya hujan.,
basuh kalbu yg kering, hapus lara yg menjejak dlm sanubari.,
ajaibnya hujan.,
memukau ku.,
sbb ia hadir sbg titik2 air cinta kasih SANG KHALIK.,
sirami dunia yg slalu haus akan karuniaNYA.,
dtg memberi sejuk, mendamaikan jiwa yg letih.,
turun bersama gemuruh halilintar, menyentak pikiran yg jenuh.,
jatuh diselingi kilat cahaya petir, sejenak beri terang dlm gelapnya hati.,
cerianya hujan.,
basuh kalbu yg kering, hapus lara yg menjejak dlm sanubari.,
ajaibnya hujan.,
memukau ku.,
sbb ia hadir sbg titik2 air cinta kasih SANG KHALIK.,
sirami dunia yg slalu haus akan karuniaNYA.,
Angin
Angin…
Terhembus seiring berjalannya waktu…
Membawa luka, seakan tak ingin…
Tersimpan selamanya dalam kalbu…
Angin…
Hembusanmu mengubah debu…
Menjadi titisan indah pelangi, tiada miskin…
Membawa terang, menghapus hitam terkutuk…
Angin akan tetap terjaga…
Dari tulisan relung kegelapan…
Selama tertiup bersama lentera cahaya…
Meski mereka menjadikanmu risalah hujan….
Langganan:
Postingan (Atom)



