Pages

Subscribe:

Rabu, 13 Juni 2012

NASIHAT UNTUK HARI ESOK


♥ ♥ ♥ NASIHAT UNTUK HARI ESOK ♥ ♥ ♥ ````````Renungkanlah``````` Berhentilah sejenak. Tanyakan pada diri kita sendiri. Apa yang terjadi pada kita di malam pertama ketika kita meninggal? Pikirkanlah sejenak,,,saat dimana tubuh kita dimandikan,,,dan akan segera dikuburkan.. Pikirkanlah saat dimana orang-orang membawa tubuh kita ke pekuburan? Pikirkan juga saat tubuh kita diletakkan di dalam liang lahat yang gelap dan hanya tanah dan tanah belaka... Disaat itu kita sendirian,tak ada orang lain.. Semuanya begitu sempit,,, Tubuh kita terdesak dan terhimpit oleh tanah tanah yang penuh cacing dan binatang lain.. Rasulullah Saw bersabda: "Keadaan mayat dalam kubur itu tak ubahnya seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan" Dan barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal, maka seakan-akan dia mengarungi lautan tanpa perahu. Pikirkan lagi. Apakah kita akan berada di tempat yang baik..ataukah di tempat yang buruk? KEMATIAN menyeru setiap pagi "Nyawa...Nyawa...".... Dan berseru setiap senja. "Betapa meruginya orang-orang yang hidup" Ia mengatakan kepada manusia: "Kalian semakin mendekati kematian dan kehancuran .Setiap kalian berjalan menuju ketiadaan" Wahai orang yang terkagum dengan kemudaannya, menTuhankan pakaian dan penampilannya, merasa terlindungi dengan para pengawal dan benteng-benteng,,, Apakah kalian lupa dengan kematian yang semakin dekat kepadamu? Wahai orang yang disibukkan dengan kemewahan,,, kecintaan berlebihan dengan kampung halaman,,,,merasa aman dari musibah,,,, Sesungguhnya kematian akan mendatangimu dan menghancurkan rumah rumahmu",,,, Kematian ibarat minuman yang dipergilirkan atas orang-orang yang hidup. Semua manusia harus meminumnya. Kematian tak memandang waktu yang cocok. Ia bisa mendatangi orang yang sedang duduk,berjalan atau di atas kendaraan. Kematian datang mengejutkan dan menakutkan semua orang. Senyuman orang yang mencintai berubah menjadi derai air mata... Seorang shalih berdiri di sisi kuburan dan air matanya menetes, Ia mengatakan "Wahai kematian,,,apa yang engkau lakukan atas orang-orang yang kucintai? Apa yang engkau perbuat terhadap para sahabatku?" Kematian menjawab (jawaban yang dilontarkan dari orang shalih itu juga). Aku telah melahap pipi mereka,,, aku lenyapkan dua mata mereka,,, Aku hancurkan bibir mereka,,, aku potong dua telinga mereka... Aku pisahkan dua telapak tangan dari lengan... Aku pisahkan dua lengan dari dua tangan...Aku pisahkan dua tangan dari tubuh... Aku pisahkan dua kaki dari dua telapak kaki... Aku pisahkan dua telapak kaki dari betis... Aku pisahkan betis dari paha.. Dan aku pisahkan paha dari tubuh... Jika kau melihat istana megah, penguasa yang kejam dan zalim, Ingatlah kematian akan menjadikan istana seperti tanah!! kerajaan akan menjadi liang kubur... Jika kau melihat seorang wanita berparas cantik atau pria taman yang indah atau rumah yang menentramkan,,, Ingatlah kematian akan menghapus semua kecantikan dan keindahan... Celakalah orang yang sangat disibukkan dengan hartanya, menuhankan kecantikan dan kemolekannya... Kapankah diri akan tersadar wahai yang memiliki dan mencintai dunia dengan segala keindahannya yang menipu? Tidakkah engkau ingat saat dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur dan diungkapkan apa yang ada dalam dada?? Allah menamakan kematian sebagai musibah?? Sedangkan kalian tidak pernah tahu kedatangannya. Kematian merenggut orang kuat dan lemah,orang hina dan mulia, orang yang menang dan kalah... Lalu kuburan orang kaya bisa berdampingan dengan orang miskin... Kuburan orang biasa saja bisa bersebelahan dengan kuburan para pemimpin....

Senyummu tak untuk qu lagi


‎.........Senyummu tak untuk qu lagi......

Disini sendiri
menanti wajah yang dulu pernah ku lihat
menanti raga yang dulu pernah ku miliki
dan menanti cinta yang tak abadi.
Cinta adalah perasaan yang bisa hilang karena pertengkaran
tetapi Sayang akan selamanya abadi
dalam jiwa, raga dan hati
selama masih bernafas. Seperti itu lah
rasa sayang ini
pada raga yang kini tak lagi ku miliki.
Aku rindu kamu
aku sayang kamu
aku peduli kamu
aku cinta kamu,
tapi itu dulu setelah
SENYUM MU TAK LAGI UNTUKKU.

Kesunyian Hujan Malam


‎"**Kesunyian Hujan Malam**"

Kepiluan Hujan Malam

Ketika tak ada kekasih
Hujan air menyirami tanah-tanah
Hujan itu pun membasahi raga tanpa mengetahui sesuatu dihati
Basah raga tanpa berbohong telah menyunyikan di sekitarku

Ketika terasa sedih
Hujan air masih menyirami tempat-tempat yang aku lewati
Tersadari olehku ratapan kehilangan riang dengan menjadikan suasana biasa-biasa saja
Kekasih dihati hanya sebuah fiksi yang berangan angan ingin orientasi

Ketika hanya sunyi
Malam sebagai sahabat serta sobat yang ketat memijat menjadikan hati kuat
Hujan dan malam kilas hampa hatiku dan perlahan mengobati kesunyian ini
Hujan malam menggenggam aneka ragam pejam-pejam yang
mengelilingi malam

Ketika hinggap pilu
Mungkin hatiku sendu
Mungkin hatiku mau
Mungkin hatiku selalu pada sesuatu yang ada dihatiku
 — di Cunda Lhokseumawe.

Syair Sufi


”Syair Sufi ”:
Aku tahu, Rezekiku tak mungkin di ambil orang lain
Karenanya hatiku tenang.
Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain,
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal,
Aku tahu, Allah selalu melihatku,
Karenanya aku malu bila Allah mendapatkanku melakukan Maksiat,
Aku Tahu, kematian menantiku karenanya, kupersiapkan....
Bekal untuk berjumpa dengan RabbKu

Kamut 1


Sepertinya kita tidak boleh larut dalam kesedihan, karena boleh jadi Allah menganugerahkan rasa sepi dalam hati kita untuk menguji betapa kuat cinta kita. — di Kota kesedihan.

SEANDAINYA


‎"SEANDAINYA"

Ketika malam tak lagi berbintang
Ketika bulan tak lagi terlihat
Disaat itulah, hingga sekarang aku merindukanmu

Selama bintang selalu dapat kulihat
Selama bulan selalu menemaniku di malam yang gelap
Aku selalu bercerita kepada mereka

Aku merindukanmu..
Merindukan belaian lembut
Kasih sayang yang ingin selalu kurasakan darimu

Terkadang ku menangis
Sambil bercerita kepada bulan dan bintang
Tentang perasaan yang kupunya untukmu

Andai kau tahu rasa ini
Rasa yang sulit untuk ku hilangkan
Karena aku terlalu mencintaimu

Dan kini aku berharap kau kembali
Aku berharap sulit kau hilangkan pula diriku ini di hatimu
Agar kau senantiasa tak jauh dari diriku

Egokah aku?
Mencintaimu, berharap kau kembali
Dan semua ini, hanya SEANDAINYA

DO'A ISI HATi


‎"*DO'A ISI HAT!"*

Jika hati ini milikmu…
maka akan aku kembalikan…
Jika sayang ini untukmu…
maka akan aku berikan…
Dan jika rindu ini terikat padamu…
maka akan aku simpulkan…

Aku rela kamu tak mengenalku…
tapi aku mau kamu mengenal hatiku…
Aku rela kamu jauh dariku…
tapi aku mau kamu dekat di hatiku…
Aku pun rela kamu tidak mendengarkan kata-kataku…
tapi aku pun mau kamu mendengarkan kata isi hatiku…

Kasih…
Jadilah kau seseorang yang rendah hati…
Jadilah kau sesorang yang penyabar…
Dan jadilah kau seseorang yang penyayang…
Rendah hati dalam kelakuan…
Penyabar dalam kepribadian…
Dan penyayang dalam kehidupan…

Coment

Like